Menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion dan hati
bukanlah hal yang mudah. Terlebih untuk anak muda yang baru lulus
kuliah dan belum punya pengalaman kerja sebelumnya. Terkadang seseorang
perlu mengambil beberapa pekerjaan yang “salah” sebelum menemukan hal
yang benar-benar bisa dilakukannya seumur hidup.
Menjadi
wirausahawan adalah alternatif yang layak dicoba oleh semua anak muda
yang enggan berada di bawah otoritas atau terkukung oleh aturan kantor.
Membuka bisnis sendiri dapat memberikan kebebasan dan otonomi yang tidak
bisa diberikan oleh kebanyakan pekerjaan konvensional. Kamu masih ragu
untuk mulai jadi wirausaha? Temukan alasan yang bisa menepis keraguanmu
di artikel ini.
1. Pekerjaan Tidak Akan Selamanya Tersedia
Pekerjaan
yang kamu cintai hari ini belum tentu masih terus ada sampai 20 tahun
mendatang. Perubahan selalu datang, selera pasar akan terus bergerak
fluktuatif. Saat hal yang kamu kerjakan sudah tidak lagi dibutuhkan dan
punya nilai jual, maka kamu pun akan tersingkir.
Di Indonesia lapangan pekerjaan juga tidak sebanding dengan jumlah angkatan pencari kerja. Pada tahun 2013 saja 600.000
sarjana Indonesia tercatat menjadi pengangguran. Memiliki pendidikan
tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan mudahnya mendapatkan
kesempatan kerja.
Belajar membuka bisnis sendiri sedari muda akan
memperkecil kemungkinan kamu kehilangan pekerjaan di tengah jalan.
Berwirausaha membuat kamu jadi pribadi yang tidak tergantung pada
siapapun untuk mendapatkan penghasilan. Kamu tidak butuh orang lain
membukakan jalan rejeki untukmu, kamu bisa membukanya dengan tanganmu
sendiri.
2. Belajar Berbisnis Sedari Muda Akan Membuatmu Jadi Pribadi yang Luwes
Persaingan di dunia kerja itu ibarat hukum survival of the fittest
yang kita kenal dari teori evolusi. Hanya mereka yang mampu beradaptasi
pada perubahan lah yang akan mampu bertahan. Kamu tidak akan selamanya
bisa bertahan dengan mengandalkan kemampuan yang kamu miliki saat ini.
Enggan mengembangkan kemampuan sama dengan bunuh diri.
Belajar
berwirausaha sejak masih muda akan membuat kamu jadi pribadi yang lebih
mudah beradaptasi di segala situasi. Kamu sudah tidak lagi canggung saat
harus menyesuaikan diri dengan keinginan pasar, kamu akan jadi pribadi
yang lebih cepat belajar ketika dihadapkan pada tuntutan konsumen.
Kemampuan
adaptasi yang handal ini sangat krusial dimiliki oleh semua orang yang
ingin bertahan lama di dunia profesional. Kemampuan adaptasi yang kamu
dapatkan dari pengalaman berwirausaha akan sangat berguna, dan ini
tidak hanya berlaku dalam hal profesional saja.
3. Kamu Punya Kesempatan Untuk Dibayar Jauh Lebih Tinggi Dari Gaji yang Kamu Terima Sekarang
Pekerjaan
kantoran memang menawarkan stabilitas dan pemasukan yang tetap. Tapi,
ada kemungkinan kalau kamu tidak akan benar-benar dihargai sesuai dengan
kemampuanmu. Dalam skema perusahaan kamu akan dibayar setara dengan
orang lain yang level jabatannya sama. Tidak peduli seberapa keras kamu
bekerja dan meluangkan pikiran demi perkembangan perusahaan.
Membuka
bisnis sendiri membuat kamu bisa benar-benar dibayar sesuai dengan
kemampuan. Pendapatan yang masuk ke kantungmu akan setara dengan
kerasnya usahamu bekerja. Semakin keras kamu bekerja, semakin banyak
pula hasil yang bisa kamu raih.
Kamu tidak akan lagi dianggap
sebagai alat untuk mencapai profit. Belajar berwirausaha sedari muda
membuka matamu: sebenarnya kamu punya aset luar biasa yang bisa
menghasilkan banyak uang. Kamu pantas mendapatkan imbalan setimpal
karena kemampuanmu itu.
4. Matamu Akan Lebih Peka Melihat Kesempatan
Dia
yang berhasil adalah dia yang mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan
yang ada di sekitarnya. Kamu yang sudah terbiasa mengelola bisnis sejak
masih muda akan punya insting yang lebih kuat dalam menganalisis
berbagai peluang yang berputar di sekeliling bahumu.
Tidak semua orang bisa kepikiran buka bisnis buku bekas impor murah. Tidak semua orang bisa punya inspirasi untuk jadi personal shopper bagi
mereka yang suka barang impor tapi gak punya waktu traveling. Kepekaan
melihat peluang ini hanya bisa diasah lewat mencoba memasukkan kaki di
ranah wirausaha.
Kejelian memilih peluang untuk dijadikan lahan
bisnis akan jadi bekal yang baik bagi kehidupanmu dalam jangka panjang.
Kamu akan jadi pribadi yang lebih bisa menghargai hal-hal baik yang
datang padamu. Kesempatan tidak akan datang 2 kali, maka saat ia datang
kamu harus benar-benar gigih berjuang agar bisa berhasil.
5. Membuka Bisnis Sendiri Memberimu Otonomi Dan Kebebasan
Tidak
ada lagi waktu kerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore selama 5 hari dalam
seminggu. Kamu pun tidak lagi perlu bingung memilih setelan kerja apa
yang harus kamu kenakan di hari itu. Saat butuh keluar kantor di tengah
hari kamu tidak perlu susah-susah minta ijin ke bos dengan hati yang
tidak enak karena masih ada tanggungan pekerjaan.
Berwirausaha
sedari muda berarti menjadi bos untuk dirimu sendiri sejak dini.
Kebebasan dan otonomi yang ditawarkan dari menjadi wirausahawan tidak
akan mungkin kamu dapatkan di pekerjaan kantoran. Kamu bisa mengatur
waktu dan jadwal sesuai dengan kebutuhanmu. Di mana lagi coba, kamu bisa
dapatkan kebebasan semacam itu?
6. Kamu Akan Lebih Menghargai Arti Kerja Keras Dan Disiplin
Saat
bekerja orang lain kamu akan dituntut untuk mengeluarkan kemampuan
terbaikmu demi keuntungan perusahaan. Terkadang performamu akan naik
turun, dan biasanya perusahaan akan memakluminya. Hal ini tidak lagi
bisa kamu lakukan saat bekerja untuk mengembangkan bisnismu sendiri.
Kamu
punya otonomi dan kebebasan yang besar, tapi kamu pulalah yang memegang
kendali. Setiap hari kamu akan dihadapkan pada tuntutan untuk terus
mengeluarkan kemampuan terbaik yang kamu miliki. Konsistensi dan
disiplin adalah kunci dari kesuksesanmu.
Jika selamanya bekerja
untuk perusahaan kamu tidak akan pernah benar-benar tahu arti kerja
keras dan disiplin bagi kesuksesanmu. Hanya mereka yang mau mencoba
membuka usaha sendirilah yang akan mengerti hal ini.
7. Bisa Lebih Menghargai Uang
Setelah
belajar mengatur usaha sendiri, kamu akan sadar bahwa uang tidak
serta-merta datang ke rekeningmu di tanggal yang sama setiap bulan.
Sudah tidak ada lagi yang membayarmu, kinerja dan performamu lah yang
menentukan besaran penghasilan yang kamu dapatkan.
Tidak hanya
soal penghasilan, kamu juga harus pintar-pintar menyiasati keterbatasan
dana. Kamu harus memutar otak agar bisa mendapatkan modal yang cukup
untuk mulai usaha dan memastikan agar di akhir proses akan ada
keuntungan yang signifikan bagi pengembangan usaha. Belum lagi kalau
sudah mulai ada karyawan dan harus membayar gaji mereka tiap bulan.
Belajar
berwirausaha sejak masih muda akan membuatmu jadi pribadi yang lebih
menghargai uang. Kamu akan tahu kalau uang tidak datang dari duduk manis
selama 8 jam tiap harinya di kantor yang dingin. Dia adalah hasil akhir
dari perjuangan, disiplin dan konsistensi tanpa henti saban hari.
8. Kamu Punya Kesempatan Membangun Hidup yang Lebih Bermakna
Cerpenis
dan penyair ternama Seno Gumira Ajidarma pernah menulis sindiran satir
tentang kehidupan masyarakat urban dalam sajak “Menjadi Tua Di
Jakarta”:
“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun yang tidak seberapa.”
Apakah kamu
sepakat bahwa memang kehidupan macam itulah yang kita jalani selama ini?
Kesibukan dan tuntutan pekerjaan kerap memaksa kita menyingkirkan
berbagai kebutuhan pribadi, menjadi mesin yang isi otaknya hanya
kewajiban-kewajiban yang sama saban hari. Ucapkan selamat tinggal pada
hobi dan kegiatan yang membuatmu kembali merasa utuh jadi diri sendiri.
Dengan
berwirausaha kamu punya kesempatan untuk lepas dari lingkaran setan
diatas. Kebebasan dan otonomi besar yang kamu miliki bisa membuatmu
punya waktu untuk mengambil nafas ditengah kesibukan dan menjalankan hal
yang membuatmu benar-benar hidup.
9. Kalau Kamu Gagal Saat Masih Muda, Masih Ada Banyak Waktu Untuk Mencoba Ulang
Kalau gagal semasa muda kamu masih punya waktu untuk mencoba lagi via hijrahheiji.blogspot.com
Memulai
bisnis sedini mungkin memberikan kamu banyak kesempatan untuk gagal,
bangkit dan mencoba ulang. Saat masih muda kamu cenderung lebih bebas
untuk melakukan berbagai hal. Belum ada orang lain yang menggantungkan
nasibnya padamu. Saat sudah umur 40-an dan berkeluarga, tentu akan lain
ceritanya.
Mulailah bisnismu semuda mungkin karena dengan begitu
kamu punya kesempatan yang lebih banyak untuk gagal. Kamu akan punya
kesempatan yang lebih besar pula untuk sukses.
10. Membangun Bisnis Hingga Benar-Benar Mapan Membutuhkan Waktu
Butuh waktu sampai usahamu benar-benar stabil via n7n4.wordpress.com
Bisnis
yang kamu bangun tidak akan langsung sukses dalam semalam. Di beberapa
tahun awal keuntungan yang kamu peroleh masih akan naik-turun; kamu
masih harus berjuang membangun citra merk dan bersaing dengan
kompetitor. Barulah setelah produkmu dikenal luas dan punya konsumen
loyal, kamu bisa bernafas tenang.
Memulai bisnis sejak masih muda
akan membuat kamu punya cukup waktu untuk membangun keamanan finansial
yang kamu harapkan. Saat masih muda kebutuhanmu tidak akan sebesar saat
sudah berkeluarga kelak, pemasukan naik-turun dari bisnis yang baru
dirintis masih cukup untuk hidup.
Jika kamu baru membangun bisnis di usia tua, bisa-bisa kamu keburu hengkang dari dunia saat bisnismu mulai stabil.
11. Anak Muda Punya Pemahaman yang Oke Soal Teknologi
Anak muda biasanya punya pemahaman soal teknologi yang cukup mumpuni. Tidak hanya soal penggunaan gadget,
tapi juga tentang menggunakan sosial media. Pengetahuan tentang
penggunaan teknologi dan sosial media akan sangat membantumu dalam
proses pengembangan bisnis.
Memulai bisnis di umur yang masih muda akan membuatmu lebih melek terhadap
berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi. Kamu bisa dengan
terampil melakukan promosi lewat internet, menciptakan web untuk promosi
bisnis yang sedang kamu rintis.
Keuntungan ini tidak akan
dimiliki oleh mereka yang mulai bisnis saat sudah lebih tua. Jadi
mumpung kamu masih sangat melek teknologi, kenapa tidak memanfaatkannya
untuk mengembangkan bisnismu sekarang juga?
12. Dengan Berwirausaha, Kamu Bisa Jadi Pribadi yang Bermanfaat Bagi Orang Lain
Hendy lewat Kebab Baba Rafi membuka kesempatan kerja bagi banyak orang via id.wikipedia.org
Bukankah
hidup yang paling berarti adalah hidup yang membawa manfaat bagi orang
lain? Berwirausaha sejak muda akan memberimu kesempatan ini. Lewat
bisnis yang kamu bangun kamu bisa membuka k
esempatan kerja untuk orang lain. Kamu juga bisa menyebarkan nilai yang kamu anut secara positif ke lingkungan sekitar.
Membangun bisnis bukan hanya soal menghasilkan banyak uang. Tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkan kemampuan yang kamu miliki demi memberikan kebaikan ke orang-orang yang ada di sekelilingmu.
Gimana? Masih ragu mau membangun bisnis sedari muda? Masih mau terpenjara rasa takut dan bilang, “Nanti aja”?
Membangun bisnis bukan hanya soal menghasilkan banyak uang. Tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkan kemampuan yang kamu miliki demi memberikan kebaikan ke orang-orang yang ada di sekelilingmu.
Gimana? Masih ragu mau membangun bisnis sedari muda? Masih mau terpenjara rasa takut dan bilang, “Nanti aja”?
Sumber : http://www.hipwee.com/sukses/jangan-bilang-nanti-mulailah-belajar-berbisnis-sejak-masih-muda/
Mengapa harus industri asuransi jiwa?
Tentu saja yang pertama, adalah bisnis ini boleh dikatakan tanpa modal.
Kalaupun harus mengeluarkan uang, itupun terbatas biaya ujian lisensi AAJI (Asosiasi Agen Asuransi Jiwa Indonesia). Saat ini 225 ribu.
Banyak orang yang keberatan membayar. Mereka berpikiran sempit, kenapa mencari kerja harus membayar. Mencari kerja berbeda dengan mencari bisnis. Kalau mencari memang logikanya tidak harus keluar modal, karena tujuannya untuk mendapatkan gaji tiap bulannya. Mencari bisnis adalah membidik peluang, yang kadang harus berani mengeluarkan modal di depan. Memang untuk berpindah kuadran tidak hanya dibutuhkan modal, namun perlu perubahan mindset. Sebagai pembanding, seorang yang melamar sebagai pengemudi taxi, yang - maaf, tanpa bermaksudkan mengecilkan arti profesi- potensi penghasilan rata rata 2 juta perbulan, harus memiliki SIM A Umum, yang biayanya tidak kurang dari 500 ribu. Atau contoh lain, seang penjual nasi goreng keliling, yang maximal hanya bisa menjual 60 porsi nasi goreng per hari/ jualan malam, membutuhkan modal lebih dari 2 juta untuk membeli gerobak. Jadi untuk keluar dari zona karyawan ke pemilik usaha, setidaknya sesorang harus berani dan mau mengeluarkan modal di awal. Sedangkan di bisnis asuransi, modal yang dibutuhkan relatif sangat kecil, dibandingkan potensi penghasilannya yang besar. Di bisnis Asuransi Siapa saja bisa sukses baik Tua maupun Muda yang terpenting di bisnis ini punya kemauan untuk Belajar & Sukses. Sama seperti bisnis Konvensional bisnis asuransi butuh waktu & Proses untuk sukses.
Kalaupun harus mengeluarkan uang, itupun terbatas biaya ujian lisensi AAJI (Asosiasi Agen Asuransi Jiwa Indonesia). Saat ini 225 ribu.
Banyak orang yang keberatan membayar. Mereka berpikiran sempit, kenapa mencari kerja harus membayar. Mencari kerja berbeda dengan mencari bisnis. Kalau mencari memang logikanya tidak harus keluar modal, karena tujuannya untuk mendapatkan gaji tiap bulannya. Mencari bisnis adalah membidik peluang, yang kadang harus berani mengeluarkan modal di depan. Memang untuk berpindah kuadran tidak hanya dibutuhkan modal, namun perlu perubahan mindset. Sebagai pembanding, seorang yang melamar sebagai pengemudi taxi, yang - maaf, tanpa bermaksudkan mengecilkan arti profesi- potensi penghasilan rata rata 2 juta perbulan, harus memiliki SIM A Umum, yang biayanya tidak kurang dari 500 ribu. Atau contoh lain, seang penjual nasi goreng keliling, yang maximal hanya bisa menjual 60 porsi nasi goreng per hari/ jualan malam, membutuhkan modal lebih dari 2 juta untuk membeli gerobak. Jadi untuk keluar dari zona karyawan ke pemilik usaha, setidaknya sesorang harus berani dan mau mengeluarkan modal di awal. Sedangkan di bisnis asuransi, modal yang dibutuhkan relatif sangat kecil, dibandingkan potensi penghasilannya yang besar. Di bisnis Asuransi Siapa saja bisa sukses baik Tua maupun Muda yang terpenting di bisnis ini punya kemauan untuk Belajar & Sukses. Sama seperti bisnis Konvensional bisnis asuransi butuh waktu & Proses untuk sukses.
Bagaimana peluang di Indonesia?
Melihat potensi di Indonesia, dengan rakyat yang demikian banyak, +/- 250 juta jiwa. Hasil survey hingga akhir 2012, pemilik polis life insurance di Indonesia kurang dari 4%. itupun masih terkumpul kota kota besar. Sementara di daerah masih jauh dari harapan. Data yang lain menyebutkan, industri life insurance bertumbuh tiap tahun hampir 20%, bahkan lebih baik daripada bank.Kita bandingakan dengan negara tetangga kita Malaysia dan Singapore, pemegang polis masih berkisar 45% - 50% dari jumlah penduduk. Apalagi kalau dibanding dengan Jepang, dimana setiap penduduk rata rata mempunyai 3 polis.
Jadi dalam kurun waktu yang panjang bisnis life insurance di Indonesia masih sangat cerah.
Banyak yang beranggapan masyarakat Indonesia belum minded dengan asuransi, sehingga akan susah menjual produk asuransi. Memang benar, situasi itu yang ada di Indonesia. Tapi karena kondisi masyarakat yang belum minded yang membuat bisnis ini punya peluang yang sangat bagus. Peraihan komisi yang sangat tinggi tidak akan bisa kita nikmati bila masyarakat kita sudah sadar akan asuransi. Andaikata pada kurun waktu tertentu, ketika kita menawarkan produk asuransi dan orang langsung membeli karena sadar akan manfaat asuransi, maka bisa dipastikan company asuransi tidak memerlukan jasa penjual seperti hari ini, yang harus dibayar dengan kompensasi yang tinggi. Company asuransi cukup membuka counter di tempat keramaian atau pertokoan, mall, maka orang kan datang dengan sendirinya dan membeli. Dan mereka cukup mempekerjakan seorang sales counter berpenampilan menarik, dan cukup dibayar dengan upah minimum. Jadi justru dalam kondisi saat ini, dimana kesadaran berasuransi masih minim maka peluang yang besar ada di depan kita. Komisi penjualan yang tinggi, bonus tahunan , bonus bonus lainnya, bahkan perjalan ke luar negri secara gratis dengan fasilitas yang mewah.
Kenapa Harus Asuransi Generali & Apa Kelebihannya?
PERTAMA DAN SATU SATUNYA DI
INDONESIA MEMILIKI ARMS (auto risk management system). HAK PATEN 20 TAHUN. Karena saya faham sekali dengan UNIT
LINK, kombinasi ASURANSI DAN INVESTASI yang dipadukan menjadi satu yang tak
terpisahkan, maka saya faham konsekuensinya. UNIT LINK: Asuransi yang
dijanjikan akan AKTIF jika Investasi didalamnya masih cukup untuk membayar cost
asuransi yang diambil (rider) dan cost administrasi yang wajib dibayar setiap
bulan dari awal POLIS disetujui oleh pihak perusahaan. SAYA PILIH AMAN. Dengan
ARMS saya yakin ASURANSI saya optimis terus aktif seumur hidup ketika KONTRAK
10 tahun premi yang disetorkan. Didalam ILUSTRASINYA ada tuh, jika ada BINTANG
TIGA (***) itu menandakan investasi tidak lagi cukup, maka kita harus bayar
PREMI lagi. Bayangkan disaat saya udah tua dan pensiun dan mulai sakit sakitan,
Asuransi saya LAPSE, dan saya harus BAYAR PREMI lagi, konyol sekali. ARMS,
menjadi solusi atas kekhawatiran saya tersebut, begitu pula dengan NASABAH
NASABAH saya. Karena saya tidak perlu melakukan pemantauan turun naik SAHAM,
urusan saya dan nasabah saya saja sudah cukup menyita waktu, konon lagi melakukan
pemindahan dana jual beli saham, apalagi ini perusahaan ASURANSI bukan
INVESTASI, saya dan nasabah saya ingin terima bersih, ARMS automatis
menggantikan peran saya orak atik atas resiko yang terjadi, DIKUNCI dari awal
dan fleksibel jika saya ingin rubah portofolionya.
Di Generali kita mengenal Sistem 757 (tujuh lima tujuh)atau biasa kami sebut PASSIVE INCOME.
757 (tujuh lima tujuh) KETIKA KITA
SUDAH DI LEVEL BUSINESS DIRECTOR (BD) DAN MEMILIKI 7 (tujuh) BD MAKA KETIKA
DARI KETUJUH BD MELAHIRKAN 5 (lima) GENERASI BD, SAYA MASIH MENUAI PANEN DARI
KELIMA GENERASI TERSEBUT. DENGAN SYARAT KITA SUDAH 7 (tujuh) TAHUN BERMITRA DI
GENERALI. PENSIUN DINI DENGAN PASSIVE INCOME TAK TERBATAS DAN BEBAS VALIDASI
KETIKA KITA SAKIT KRITIS DAN MENINGGAL DUNIA. SAYA BISA WARISKAN MAHKOTA DAN
KERAJAAN BISNIS SAYA.KEPADA KELUARGA. Dan Sistem ini tertera di Kontrak keagenan, Kabar baiknya hanya Generali yang berani membuat kontrak ini.
Generali dengan Agency Galaxy berani menggaransi Income Agennya naik 300 % /Thn dan sukses tidak lebih dari 5 Tahun.



20.56
Unknown
1 komentar:
What's a free online casino? (2021) - Ambien Hoppe
Welcome to the best online casino 국내 온라인 카지노 and the biggest welcome bonus ever! There are some pretty huge offers and you can get free spins and
Posting Komentar